PADAT KARYA NORMALISASI SALURAN SUNGAI HAJUNG DESA TRIDONOREJO

Padat Karya Tridonorejo

Menghadapi datangnya musim penghujan 2019-2020 yang akan datang sebentar lagi, pemerintah desa Tridonorejo mengadakan Program Padat Karya normalisasi saluran Sungai Hajung – Tuntang. Program ini dimaksudkan agar lebih lancarnya saluran air yang membelah wilayah RT 03 dan RT04 RW IV Desa Tridonorejo.

Banyaknya ranting-ranting pohon dan sampah yang menghambat aliran air sehingga mengakibatkan terciptanya genangan saat turun hujan atau rob. Sehingga cukup mengganggu warga sekitar aliran.

Program padat karya diikuti oleh sekitar 25 orang terdiri dari warga RT 03 dan RT 04 dan diadakan pada hari Rabu 11 Desember 2012. Dimulai pukul 08.00 – 11.30 WIB dan didampingi oleh Kepala Dusun Kripik I, Ulu-ulu dan Kepala Dusun Kripik II sebagai perwakilan dan pendampingan dari pemerintah Desa.

Hadirnya perangkat desa bisa meningkatkan semangat dan pendampingan jika ada masyarakat yang keberatan dengan program ini. Hal ini disebabkan beberapa bagian saluran bersebelahan langsung dengan beberapa tanah milik warga.

Padat Karya sebagai wujud Gotong Royong dan Partisipatif.

Padat karya merupakan kegiatan pembangunan proyek yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. Menggunanakan tenaga manusia dalam jumlah besar.

Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga-keluarga miskin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap.

Padat Karya ini melibatkan masyarakat terutama yang warga yang sedang membutuhkan pekerjaan karena program ini harus berjalan dengan prinsip ‘dari, oleh dan untuk masyarakat’. Pemerintah hanya bertindak sebagai fasilitator yang mendampingi pemerintah desa, BD dan masyarakat desa.

Semangat Kebersamaan Antar Warga.

Kegiatan ini berlangsung aman dan lancar serta dalam suasana bergembira. Tak jarang terjadi guyonan dan lontaran-lontaran canda diantara peserta padat karya. Hal ini diharapkan dapat memupuk kembali rasa persaudaraan, sama rasa dan prinsip kegotong-royongan antar warga dan antar RT.

Rencananya program ini akan diadakan sampai selesai yang diprediksi sampai 2 hari. Kedepan, diharapkan program-program seperti ini akan berlanjut ke wilayah lain sehingga menumbuhkan “rasa memiliki” lingkungan yang ditempati.

Dalam kesempatan itu Kepala Dusun Kripik I, Nur Agus Susanto, Amd Par menyampaikan kepada warga bahwa tidak cukup hanya membersihkan saja, masyarakat harus juga menjaga saluran tersebut dari sampah dan rumput liar karena hal ini adalah untuk kebaikan warga semua.

“Saya berharap partisipasi dari warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, baik sampah rumah tangga, plastik, atau lainnya sehingga dapat membantu melancarkan aliran sungai ini,” tandas Agus Susanto.

Ulu-ulu (Perangkat yang mengatur saluran dan irigasi), Imam Wahyu Hidayat juga menambahkan agar warga sesegera mungkin membersihkan sampah dan rumput liar sehingga tidak menjadikan saluran air buntu dan mengendap menjadi tanah dan menjadikan saluran air menjadi buntu bahkan hilang karena endapan sampah yang menjadi tanah.

Sedang Kepala Dusun Kripik II, Syaiful Mujib juga berpesan agar masyarakat sekitar mempunyai rasa memiliki terhadap lingkungannya sehingga bisa menjaga agar tercipta suasana lingkungan yang asri, sejuk dan sehat.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Leave a Reply