Berharap Hujan Turun, Warga Kecamatan Bonang Menggelar Sholat Istisqo’

istisqo

Musim kemarau yang berkepanjangan di tahun 2019 ini menjadikan kekeringan di beberapa wilayah di Indoneisa. Tidak terkecuali warga kecamatan Bonang, kabupaten Demak. Dampak dari kemarau tersebut juga berimbas pada menurunnya debit air di Bendung Dero yang menjadi sumber utama PDAM Demak.

Bahkan sudah beberapa hari terakhir ini air PAM sudah tidak mengalir lagi dikarenakan tidak adanya air yang dapat diolah oleh PDAM Demak. Ironisnya, insiden robeknya bendungan karet di kali Dero mengakibatkan air asin yang berada di Timur bendungan masuk ke kolam pengolahan PDAM.

Menghadapi keadaan tersebut, warga Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak yang diprakarsai oleh MUI tingkat Kecamatan Bonang menggelar sholat Istisqo’ di Lapangan Pelita yang berada di sebelah barat Balai Desa Tridonorejo. Dilaksanakan pada hari Rabu 23/10/2019 mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Ikhtiyar tersebut dimaksudkan agar Allah SWT memberikan pertolongan dengan diturunkannya hujan.

Kepala desa Tridonorejo Syeni Kalistyo menyambut baik dan menyampaikan do’anya semoga dengan keikhlasan dan pengorbanan warga yang rela berpanas-panasan untuk melaksanakan Sholat istisqo’ bisa menjadi asbab turunnya rahmat berupa hujan yang bermanfaat. Bahkan setelah pelaksanaan sholat istisqo’ Pemerintah Desa Tridonorejo menjamu pengurus MUI, Forkocam dan warga Bonang di gedung pertemuan Desa Tridonorejo.

Ketua MUI Kecamatan Bonang mengatakan, Shalat istisqa merupakan bentuk upaya batin untuk wilayah Kecamatan Bonang khususnya agar segera diturunkan hujan dan dihindarkan dari bencana kekeringan ini melihat kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Camat Bonang Haris Wahyudi Ridwan AP M.Si yang turut hadir, menyampaikan bahwa shalat istisqa merupakan ikhtiar kita mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan memohon segera diturunkannya hujan rahmat, keberkahan, keselamatan bukan hujan bencana. “Hujan yang kita minta bukan hujan yang berakibat bencana, akan tetapi yang memberikan rahmat, rizki, keberkahan, penghapus dosa bagi seluruh umat muslim di muka bumi,”ujarnya.

Lanjut Camat Bonang, pada zaman Nabi Nuh AS, pernah terjadi kemarau panjang selama 7 tahun. Pesan Nabi Nuh kepada umatnya agar umatnya memperbanyak istighfar mohon ampunan kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan menurunkan hujan di muka bumi. Kemudian shalat sebagai pendekatan diri kepada Allah Swt untuk meminta hujan. Karena rahmat Allah akan diturunkan kepada hamba-Nya yang bersyukur ketika ditimpakan nikmat dan bersabar ketika ditimpakan bencana,” pungkasnya.

Diikuti oleh sekitar 850 orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan beberapa pejabat kecamatan dan perangkat desa-desa di kecamatan Bonang.

Jamaah sholat Istisqo’ tersebut diimami oleh Ketua MUI Kec. Bonang. KH. Abdul Halim, dan bertindak sebagai Khotib yaitu KH. Mahbub Junaidi dan dihadiri oleh camat Bonang Haris Wahyudi Ridwan, AP, Msi dan Wakapolsek Bonang Ipda H. Suparno.
(ags/Pemdes Tridonorejo)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Leave a Reply